Ciri dan Cara Kerja Fintech Syariah Legal yang Wajib Untuk Diketahui

Fintech syariah kini sudah mulai melebarkan sayapnya di bidang pelayanan keuangan melalui sistem elektronik. Tidak sedikit masyarakat yang tertarik dan berminat untuk mengajukan pinjaman di fintech P2P lending syariah ini.

Tidak hanya bekerja dengan menerapkan konsep dan prinsip syariah seperti yang ada di dalam ajaran Islam. Masih ada beberapa alasan lainnya yang membuat masyarakat lebih berminat dengan fintech yang satu ini.

Meski begitu, sebaiknya Anda ketahui dulu seluk beluk mengenai fintech P2P Lending syariah ini. Dengan begitu Anda akan semakin paham dan mengerti dengan ciri dan cara kerja fintech syariah legal. Apa saja? Yuk, simak ulasannya sampai selesai!

Ini Ciri dan Cara Kerja Fintech Syariah Legal

Serupa dengan fintech konvensional, fintech yang berbasis syariah juga memiliki ciri dan cara kerja yang tidak jauh berbeda, seperti berikut ini!

Ciri Fintech Syariah

Dikutip dari laman OJK, berikut ini adalah beberapa ciri dari fintech berbasis syariah yang legal, yakni:

  1. Sudah mengantongi izin usaha yang sah dan berada dalam naungan OJK
  2. Memiliki informasi tentang perusahaan yang jelas dan sudah berbadan hukum
  3. Mengikuti semua aturan yang sudah tertulis di OJK, serta mengikuti fatwa MUI dan menerapkan prinsip Islam (utamanya akad dalam perjanjian)

Cara Kerja Fintech Syariah

Selanjutnya adalah cara kerja dari fintech P2P lending syariah, yang di antaranya adalah:

  1. Sudah terdaftar di OJK dan berada dalam pengawasan lembaga tersebut. Yang mana sangat memperhatikan aspek perlindungan konsumen.
  2. Wajib untuk patuh dan tunduk pada peraturan yang berlaku baik di POJK dan perundang-undangan.
  3. Wajib untuk memberikan informasi mengenai bunga serta denda maksimal yang dibebankan pada borrower.
  4. Memiliki kewajiban untuk mengikuti sertifikasi tenaga penagih yang dilakukan oleh lembaga AFPI
  5. Wajib untuk mengetahui tujuan dari pinjaman borrower dan mencantumkan dokumen-dokumen untuk credit scoring.
  6. Wajib untuk menjadi peserta dari AFPI dan sudah berstatus legal sesuai dengan POJK 77/POJK.01/2016

Bagaimana, apakah sudah paham dengan ciri dan cara kerja dari fintech syariah di atas? Semoga ulasan di atas bermanfaat yah!

Leave a Comment